Cobalah berkeliling kota pada malam hari, maka gambar ayam jago dengan warna keemasan, lele yang sedang meliukkan tubuhnya, dan seekor bebek akan mendominasi pemandangan anda. Coba visualisasikan pemandangan tersebut dalam benak kalian, dan sebut hal apa yang muncul. Pastilah gambaran warung tenda di pinggir jalan dengan kursi plastik dan suara gemuruh minyak yang tengah mengepung lele dan ayam yang akan muncul.
Entah siapa yang memulai, tapi tata spanduk warung tenda pecel lele di seluruh penjuru Indonesia selalu begitu bentuknya. Jika diamati lebih dalam, spanduk sederhana itu sudah memuat unsur-unsur dalam desain grafis: tipografi dalam bentuk dan warna huruf-huruf; ilustrasi untuk menggambarkan apa yang dijualnya dan layout alias tata letak unsur-unsur tersebut. Walau terlihat terlalu ramai dengan banyaknya jenis huruf dan warna yang dipakai, tetap saja desain spanduk untuk warung pecel lele begitu melekat di benak konsumennya. Dapat dikatakan, brand awareness telah tercipta ‘hanya’ dengan desain sesederhana itu.